Perjuangan Guru SD Manueri Pergi Keluar Kabupaten Demi Onlinekan Data Sekolah

Tidak jauh dari Kantor Desa Olilit Raya ini, berjejer gedung – gedung perkantoran Pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Salah satunya Kantor Dishubkominfo Kab. MTB, yang merupakan ranahnya mereka dalam mempasilitasi akses internet salah satunya, terkait layanan informasi dan komunikasi. Penggunaan diluar kantor biasanya lebih komplek penggunanya, dari anak sekolah hingga masyarakat umum dengan layanan WiFi gratis. Tidak terkecuali para guru dan operator sekolah, seperti seorang Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekolah Dasar Neger Manueri, sebut saja namanya Ibu Miriam Onaola. Dia bukan warga MTB melainkan penduduk Kabupaten Maluku Barat Daya yang kebetulan jaraknya lebih dekat ke MTB, alamat tepatnya Desa Manueri Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku.

“Berangkat dari MBD pukul 09.30 pagi tiba di MTB pukul 04.30 sore,” ungkapnya saat bertemu dikantor Dishubkominfo MTB (29/11).

Ibu ini harus mengonlinekan data sekolah dikabupaten MTB karena lebih dekat dibanding ke MBD. “Kalau ke Maluku Barat Daya sendiri butuh 1 hari 1 malam,” tegasnya. Dengan akses transportasi menggunakan kapal laut ke MTB.

Dia bercerita kalau pulang dari sini, terus kalau turun dipelabuhan desanya ada biaya ongkos naik ojek 50.000 rupaih, jika tiba dipelabuhan lain harus naik ojek dengan ongkos 400.000 rupiah.

Untuk nelpon saja dia harus datang ke kecamatan atau ketempat kuburan dipantai, tapi kalau malam tidak berani karena takut. Saat ini sudah onlinekan data 2 malam ikut wifi kantor dishubkominfo MTB, setelah jam kantor selesai memang akses internet disini dipakai oleh anak sekolah atau masyarakat umum hingga larut malam.

Dia bercerita tentang kegelisahannya karena mendinggalkan anak – anak didiknya, yang sudah dia tinggalkan beberapa hari ini. Disekolahnya hanya tinggal seorang diri guru saja, yang mengurusi sekolah dari kelas 1 – kelas 6, sedangkan kepala sekolahnya sedang ada urusan ke kota, karena jumlah tenaga pendidiknya hanya 3 orang dengan Kepala Sekolahnya.

Saat ini memang pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasika tengah gencar membangun di kawasan 3T (terluar, terpinggir, terdepan), salah satunya membangun Desa Broadband Terpadu (DBT) diantaranya di Kabupaten MTB dan MBD. Diharapkan ketertinggalan layanan akses internet diwilayah 3T ini bisa mulai terkikis.

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan